Friday, June 5, 2009

Proteksi Data menggunakan System Protect

Jika pada tulisan sebelumnya disebutkan cara untuk melakukan recovery files menggunakan software recovery, maka kali ini akan dibahas mengenai cara untuk menghindari kehilangan file akibat dari dihapus secara sengaja ataupun tidak sengaja. Dengan menggunakan aplikasi bernama System Protect, dapat dilakukan pengaturan untuk memproteksi fie-file tertentu didalam komputer anda.

Terdapat berbagai macam pilihan untuk pengaturan proteksi seperti menolak penghapusan fileyang diproteksi, menolak dan dan memperoleh notifikasi jika ada file yang akan di hapus, atau meminta izin sebelum menghapus file. Untuk memproteksi file caranya adalah dengan mengatur terlebih dahulu file mana saja yang akan di proteksi dari tools Custom Protection. File-file dimasukkan kedalam daftar file yang ingin diproteksi.

Secara umum, aplikas ini sangat mudah digunakan. Aplikasi ini dapat diunduh dari www.system-protect.com

Tuesday, June 2, 2009

Recovery Files yang Terhapus menggunakan Pandora Recovery

File-file dari harddisk ataupun UFD dengan partisi NTFS yang secara sengaja ataupun tidak sengaja terhapus masih dapat dikembalikan, sekalipun pada recycle bin sudah tidak ada. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan software khusus untuk melakukan Recovery Files. Salah satu software yang bisa digunakan untuk masalah seperti ini adalah Pandora Recovery yang dapat di unduh secara gratis dari situs www.pandorarecovery.com.

Penggunaan dari software ini pun cukup mudah dan sederhana. Cukup dengan mengklik partisi harddisk tempat file yang terhapus tersimpan sebelumnya dan secara otomatis akan dilakukan scaning. Kemudian klik pada tombol Show Deleted Items Only dan pilih file yang ingin di-recovery. Selanjutnya tinggal klik tombol recover untuk mengambil kembali file yang tadinya sudah terhapus tersebut.

Saturday, May 30, 2009

Mencari Driver Hardware dengan bantuan 3DP Chip

Sistem operasi sudah di-instal dengan baik. Tapi masih ada masalah lain yang tidak kalah penting, driver-driver hardware yang di gunakan belum terinstal. Untuk yang masih meiliki CD driver atau backup driver hardware mungkin tidak akan mejadi masalah. Tapi bagi yang driver hardwarenya entah ada dimana, pastinya akan membuat pusing tujuh keliling.

Masalah lain, biasanya pada pengguna yang kurang mengerti komputernya, tidak tahu hardware apa saja yang digunakan sehingga akan semakin menyulitkan untuk mencari driver hardware di internet. Solusinya adalah dengan menggunakan bantuan software yang bisa mengenali hardware yang tertanam pada komputer serta mampu untuk mencarikan driver yang dibutuhkan. Bisa digunakan 3DP Chip yang bisa diunduh dari versiontracker.com. Software ini dapat mengenali jenis CPU, Motherboard, Video Card, Sound Card dan LAN.




Sumber : PCMedia (06/09)

Wednesday, May 27, 2009

Cari: Cara Manual Atasi Serangan Virus Nadia Saphira

Kompas - Rabu, 27 Mei 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Boro-boro langsung dibunuh, sebagai varian baru virus lokal, serangan virus Nadia Saphira belum terdeteksi kebanyakan produk antivirus. Namun, Anda dapat mengatasinya secara manual jika komputer terlanjur terserang dan antivirus belum dapat mengatasinya.

Vaksincom, perusahaan lokal penyedia solusi antivirus yang berpusat di Jakarta menyediakan tips membersihkan virus tersebut. Berikut 7 langkah membersihkan virus Nadia Saphira.


1. Sebaiknya putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan internet maupun LAN.

2. Matikan "System Restore" selama proses pembersihan virus (untuk Windows XP/Vista) dengan memilih turn off pada Start>>Control Panel>>System Restore.

3. Matikan proses virus yang aktif di memory. Gunakan tools pengganti task manager, seperti CProcess.

a. Aplikasi ini dapat anda download pada http://www.nirsoft.net/utils/index.html

b. Dengan tools ini, lakukan kill process, pada beberapa file virus yang aktif yaitu:
- C:-Documents and Settings-All User-Start Menu-Programs-Startup-lan.exe
- C:-WINDOWS-system32-misconfig.exe
- C:-WINDOWS-taskmgr.exe

4. Hapus string registry yang telah dibuat oleh virus.

a. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini.

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKCR, batfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, comfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, exefile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, piffile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, lnkfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, scrfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced,
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile-DefaultIcon,,,""%1""
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,,,"Application"
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,infotip,0, "prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,TileInfo,0, "prop:FileDescription;Company;FileVersion"
HKCU, Software-Microsoft-Command Processor, AutoRun,0,
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Command Processor, AutoRun,0,
HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, CheckedValue, 0x00010001,1
HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, DefaultValue, 0x00010001,2

[del]
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System, DisableRegistryTools
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, nofind
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, nofind
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-msiexec.exe
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-sessmgr.exe
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-SPYXX.exe

b. Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama “repair.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan).

c. Jalankan repair.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.
Sebaiknya membuat file repair.inf di komputer yang clean, agar virus tidak aktif kembali.

5. Hapus file virus yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut Icon application/folder, Extension .exe, Ukuran 69 kb & 17 kb.

a. Sebaiknya tampilkan file yang tersembunyi agar mempermudah dalam proses pencarian file virus.

b. Untuk mempermudah proses pencarian sebaiknya gunakan "Search Windows" dengan filter file *.exe & *.ini yang mempunyai ukuran 69 KB & 17 KB.

c. Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama.

6. Tampilkan kembali folder yang disembunyikan pada drive atau flashdisk gunakan perintah "ATTRIB" pada command prompt.

a. Klik "Start"
b. Klik “Run”
c. Ketik "CMD", kemudian tekan tombol "Enter"
d. Pindahkan posisi kursor ke drive Flash Disk
e. Kemudian ketik perintah ATTRIB –s –h –r /s /d kemudian tekan tombol enter.

7.Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang terupdate dan mengenali virus ini dengan baik.

Sumber : Vaksincom, Kompas.com

Kenali Virus Nadia Saphira, Jangan Sampai Merajalela

Kompas - Rabu, 27 Mei 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski tak merusak file data dan sistem, virus Nadia Saphira bakal mengganggu karena akan terus menggandakan diri dan menyembunyikan folder-folder yang penting. Jadi, kenali ciri-cirinya kalau-kalau komputer Anda terserang dan jangan sampai terlambat sebelum Nadi Saphira palsu sempat merajalela.

Ciri-ciri dari file virus ini, diantaranya sebagai berikut :
1. Memiliki ukuran file sebesar 17 kb & 69 kb.
2. Mempunyai type file Application.
3. Berekstensi file exe & ini.
4. Memiliki icon folder.
5. Membuat duplikat folder seduai dengan nama folder yang ada dan menyembunyikan folder aslinya.
6. Menghilangkan pilihan "Folder Options".
7. CD Rom tidak bisa digunakan
8. Command Prompt tidak bisa diakses.

Jika virus berhasil menginfeksi, maka ia akan membuat beberapa file virus diantaranya :
1. C:-autorun.inf (pada semua root drive)
2. C:-NadiaSaphira.ini (pada semua root drive)
3. C:-Documents and Settings-All User-Start Menu-Programs-Startup-lan.exe
4. C:-Documents and Settings-%User%-NadiaSaphira.ini
5. C:-WINDOWS-taskmgr.exe
6. C:-WINDOWS-system32-.exe
7. C:-WINDOWS-system32-allsys.exe
8. C:-WINDOWS-system32-misconfig.exe
9. C:-WINDOWS-system32-MS586.sys
10. C:-WINDOWS-system32-System
11. C:-WINDOWS-system32-wtoolsb.exe
12. C:-WINDOWS-system32-dllcache-.exe
13. C:-WINDOWS-system32- dllcache-System
14. Membuat duplikat file virus pada setiap folder yang ada pada removable drive/usb.

Hidden file

Sebagai bentuk pertahanan, virus akan mencoba melakukan usaha blok terhadap beberapa fungsi Windows. Beberapa fungsi Windows yang di blok diantaranya sebagai berikut :
1. Folder Options (dilakukan untuk mencegah akses terhadap file/folder yang disembunyikan)
2. Registry Editor (dilakukan untuk mencegah akses perbaikan registry) (lihat gambar 4)
3. Search/Find (dilakukan untuk mencegah dari pembersihan virus)
4. Command Prompt (dilakukan untuk mencegah dari proses kill virus)

Aktif di Start up

Untuk memastikan agar dapat aktif dengan baik pada saat komputer dijalankan, virus menyisipkan file virus pada startup windows sehingga akan langsung aktif jika komputer dijalankan. Setelah aktif, virus memanggil kedua rekannya (virus pendukung) agar sulit dimatikan.

File virus yang aktif pada startup yaitu :
C:-Documents and Settings-All User-Start Menu-Programs-Startup-lan.exe
File ini yang kemudian memanggil kedua rekannya (virus pendukung) untuk memperkuat existensinya, yaitu :
1. C:-WINDOWS-system32-misconfig.exe
2. C:-WINDOWS-taskmgr.exe

Ubah Registry windows

Agar dapat melakukan blok fungsi "Search" windows, virus akan membuat string registry sebagai berikut :

HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer
nofind = 1
HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies- Explorer
nofind = 1

Agar dapat melakukan blok fungsi "Folder Options" windows, virus akan membuat string registry sebagai berikut:

HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer
NoFolderOptions = 1

Agar dapat melakukan blok fungsi "Registry Editor" windows, virus akan membuat string registry sebagai berikut :

HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System
DisableRegistryTools = 1

Agar dapat melakukan blok fungsi "Command Prompt" windows, virus akan membuat string registry sebagai berikut :

HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Command Processor
Autorun =
HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Command Processor
Autorun =

Walaupun Folder Options sudah di blok, tetapi virus mencegah untuk menampilkan file yang tersembunyi. Untuk itu, ia membuat string registry sebagai berikut :

HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL
CheckedValue = 0
DefaultValue = 0

Agar dapat mengelabui user terhadap file virus dan mencoba mengubah type file exe, virus membuat string sebagai berikut :

HKEY_CLASSES_ROOT-exefile
(Default) = File Folder
Info Tip = File Folder
TileInfo = File Folder

Terakhir virus berusaha melakukan blok ekseskusi file "Microsoft Visual Studio Spy Debugging Tools", virus membuat string sebagai berikut :

HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-msiexec.exe
Debugger =
HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-sessmgr.exe
Debugger =
HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-SPYXX.exe
Debugger =

Sumber : Vaksincom